Jumat, 03 Desember 2010

DPR, DPR DAN DPR

Ketika merasa penat akan sesuatu, ketidakmengertian yang membuat jengkel, kesal akan sebuah perdebatan, atau bosan karena penyampaian yang datar

Disebuah tempat melingkar, pohon yang ridang, hujan buah yang kadang turun tak terduga, udara yang menyentuh sensitivenya kulit, terkumpulah orang yang hamir tiap hari menyambangi tempat dimana setiap individu bisa mengerjakan sesuatu, menyampaikan pendapat, menceritakan tentang hidup, merecanakan suatu kegiatan, berdiskusi, bertukar pikiran, atau berbicara secara bebas tentang sesuatu. 

Baik sesuatu yang dibicarakan itu berat atau ringan, panjang atau pendek, lebar atau sempit, mudah atau sulit untuk dicerna, fakta atau gossip, realita atau imajinasi, masa lalu, masa kini ataupun masa depan dan itu semua dilakukan bersama.

Berprilaku bebas, menirukan sesuatu, besenandung layaknya berdiri sendiri diruang kosong ataupun berdiri seperti seorang maestro di depan ribuan musisi, atau melakukan hal konyol dengan memanggil wanita tanpa berani memperkenalkan dirinya seperti anggota DPR yang hanya berani memberi opini tanpa ada tindakan untuk mencegah atau mengobati.

Disaat malas, sedih, marah, kesal, muak, pusing, galau, atupun ingin muntah. Dibalut dengan kebersamaan yang tinggi, sehingga dirasakan bersama. 

Tertawa lepas, bergembira sejenak, saling menyerang dengan argumen lucu, yang membuat hati terbahak-bahak, serta untuk merehat sejenak otak yang lelah berpikir keras. Terlepas dari pikiran apakah sebuah akun terletak di debet atau kredit, berapa hasil dari laporan laba rugi, adakah kemungkinan balance dalam laporan keuangan, bagaimana kondisi perbankan syariah di Indonesia, siapakah yang menciptakn teori ekonomi, teori permainan, the law of deminishing return, di titik mana harga keseimbangan terjadi, mengapa perusahaan tersebut menggunakan etika bisnis islam, dan pertanyaan lain yang jumlahnya tak terhitung.

Dibumi Indonesia, mengkrucut ke arah tangerang selatan, menjurus kepada kampus UIN Jakarta, dan berhenti di titik dimana tempt tersebut berada.

Dibawah pohon rindang (DPR). Salah satu tempat indah yang ada (muhammad umar)