Selasa, 29 Maret 2011

Untukmu, Ma

Mama, aku menulis ini dengan kertas peyesalan dosa dan tinta air mata.
Aku tak pernah membayangkan indahnya dunia apabila kau tak ada

Mama, aku tahu
Aku tak peduli perasaanmu bila aku nakal
Aku tak peduli perasaanmu bila aku tak berpulang kerumah
Aku tak peduli perasaanmu bila kau memperdulikanku

mama,
Aku ingin bersujud didepanmu seraya meminta ampun
Dosaku terlalu banyak kepadamu
Semoga kau memaafkan

Mama, saat aku pulang nanti
Aku ingin mencium tanganmu dan memelukmu
Sebagaimana anak- anak lain lakukan karena berbakti

Jumat, 18 Maret 2011

aku ingin kau menangis

wahai bungaku
apa kabar hatimu yang luas itu
yang bisa menampung jutaan kata
tanpa perlu adanya penambahan

tampaknya,
kau suka menyimpan makna

tapi sesungguhnya aku tahu
tahu akan yang kau sembunyikan 
tapi aku malas meterjemahkan
sengaja agar kau yang memberikan jawaban

aku tak mau memohon agar makna itu terucap
pahit bila kau berikan makna itu karna kasihan
aku juga tak mau jika kau terpaksa mengucap
biarkanlah hatimu mengemukakan
seiring dan sejalannya bibir indahmu berkecap
jangan kau mengumpat dibalik makna yang kau katakan

ungkaplah makna itu
tanpa adanya perumpumaan
terelebih sinonim atau antonim
sedikit kata, itu sudah cukup

jika kau ingin tahu apa yang aku ingin
aku ingin sekali kau beri makna itu
makna yang terbuat dari jejeran huruf
yang menjadikanya kata
sehingga bernyawa 

jika kau menggangap diriku
sama dengan dirimu yang pandai bersembunyi

sesungguhnya aku akan keluar dari persembunyianku
dan aku akan mengemukanya terlebih dahulu
"aku ingin kau menangis di depanku sambil bercerita"

Rabu, 09 Maret 2011

cermin



Heiii
Tidak kah kau pernah bercermin
Atau perlukah ku beri cermin
Tapi aku yakin kau bercermin
Tak perlu ku suruh

Kau memintaku bercermin
Untuk melihat lusuhnya wajahku
Kau pun suruh aku memperbaikinya
Tetapi saat ku tatap sebuah cermin
Kutatap diriku seperti dirimu
Dengan paras yang sama lusuh

Saat aku bercermin
Kau memintaku jujur
Dan menyuruhku berkata
“wajahku lusuh”

Aku yang kecil
Hanya diberikan satu jawaban
“lusuh”

Berbeda denganmu
kebesaran da ketinggianmu
membuat kau bebas berkata
sesuatu yang baik dicermin
“indah, menawan, atau bagus”

Kau memintaku berkomentar
Apa yang ada di cermin Ketika kau bercermin
Saat aku berkucap sedikit
Kau menyuruhku diam
Takut namamu ikut lusuh

Haruskah aku berbohong
Dan berkata  bagus
Melihat lusuhnya dirimu di cermin
Oh, memang kau memaksaku untuk begitu

Jadi biarlah kau bercermin sendiri
Apa yang kau lihat
Itulah dirimu
Mulutmu bisa berkata bohong
Namun cermin di kamarmu tidak
Dan hatimupun
Akan bicara apa yang ada dicermin