Senin, 26 September 2011

(Mengenang) Sekotak puzzle

Hari itu, Gumpalan tanah yang terselip ruh itu berpindah alam
Terbentuklah engkau dengan sambutan hangat dari angin melegakan dada
Pasti dengan tatapan bahagia empat kelopak yang tak usai mengucap syukur
Sekarang, tanah itu sudah terisi angka menandakan engkau telah ranum
Tau akan jelmaan malaikat dan iblis

Hari ini, dimana kau mendapatkan satu angka lagi
Kujinjing sebuah kotak berlilitkan kain berwarna darah ke tempat kau berteduh
Isinya lumrah, seawam saat kita bergandengan melewati beratus-ratus hari yang hengkang tanpa tegur sapa
Sebuah permainan puzzle tak mahal, tak terlalu bagus,dan tak terlalu bermakna hanya sebuah refleksi saja

Hakikatnya puzzle ini merupakan kesatuan utuh bergambar sebelum hancur menjadi serpihan teka-teki
Dengan tangan telaten, kau terapkan patahan demi patahan secara lembut
Kau cari setiap bagiannya disetiap sudut tempat, di balik pintu, di bawah ranjang, di atas lemari, dimana saja
Selama jutaan menit kau menata dengan rasa manis, asam, asin dalam prosesnya,
Dari abstrak, mulai terlihat sepotong, sampai menjadi sebuah gambar yang engkau tahu rupanya
Dan kuserahkan bingkisan ini agar menjadi milikmu dan karena di dalam situlah terajah dirimu


*untuk perawan libra di sudut sana
2011-26-9

Selasa, 06 September 2011

Turun Ranjang

(1)
Sekarang mereka memanggilku ibu
Meski kata itu keluar tersendat seperti air mani
Aku harus terus mengajari mereka membaca
Mengeja huruf demi huruf
Agar mereka lancar mengucapkan kata “ibu”
Ini sukar
Meski bagi yang lain ini sangat mudah
Semudah pendidik bahasa membaca

(2)
Mungkin karena transformasi keadaan
Tapi ini pilihan meski entah siapa yang memilh
Mungkin Tuhan atau setan
Karena aku takkan pernah paham masa depan
mungkinkah nanti seorang badut datang membawa kotak kejutan
Yang dengan kotaknya itu memberikan keceriaan
Aku harap begitu
Walau tak tahu apa

(3)
Ketika seseorang datang
Membawa seonggok harta mengahadap indukku
Membicarakan hal yang sudah aku mengerti arah tujuannya
Aku galau
Berharap titik cinta datang dari kegelapan itu
Agar bisa memanduku berjalan

(4)
Mudah-mudahan ini bukan tarian diatas kuburan yang tanahnya masih basah
dengan bunga segar dan wewangian yang mesih terhirup
Aku berharap saudaraku bahagia di tanah antah berantah sana
Serta kuselipkan maaf disela angin yang berhembus keangkasa bila ini menghancurkanmu
Tapi aku percaya kau tersenyum bahagia menonton satu episode kisah ini
Terlebih saat adegan aku dan bekasmu berdiri tegap di pelaminan
yang dikelilingi buah hatimu

Senin, 05 September 2011

Tragedi Pembunuhan Pertama Di Muka Bumi

Tahukah anda mengenai drama percintaan yang berakibat pembunuhan yang pertama kali ada di bumi ini? mungkin ada yang sudah tahu dan ada yang belum. Baiklah saya akan mencoba menceritakannya secuil saja, karena kalau terlalu panjang saya takut pembaca bosan dengan tulisan saya yang masih kurang bagus ini terlebih saya juga hanya mengetahui secuil jadi apa adanya saja, tak bisa yang hebat seperti tukang cerita.

Saya juga menuliskan cerita ini karena saya baru saja membaca cerita anak-anak tentang nabi. Dan saya ambil sepotong bab saja dari keseluruhan cerita dalam buku itu. Bila dalam menceritakan hal ini saya banyak kekeliruan maka saya mohon maaf, saya hanya manusia biasa, bodoh, miskin pengetahuan dan sok tahu. Terima kasih

Karena hal ini terjadi pertama kali di bumi, jelas bukan terdapat di zaman sekarang, 10 tahun lalu, 100 tahun lalu, atau 1000 tahun lalu. Cerita ini terjadi Sebelum nabi Muhammad SAW lahir, sebelum Socrates, Enstein, Darwin, Soekarno atau Obama sekalipun lahir.

Drama percintaan in terjadi pada zaman nabi Adam. Pada suatu hari pada zaman itu, Adam dan Hawa ingin melahirkan anak pertamanya. Dan Allah memberi mereka anak kembar yaitu Qabil dan Iqlimah. Qabil berjenis kelamin laki-laki dan iqlimah perempuan. Yang menjadi kakak adalah Qabil karena ia lahir lebih dahulu beberapa saat tertimbang Iqlimah.

Setelah melahirkan mereka, Hawa melahirkan kembali dan diberi dua anak kembar lagi. lalu anak itu diberi nama Habil dan Labuda. Habil meruapakan anak laki-laki dan lahir lebih dahulu tertimbang Labuda yang perempuan.

Pada suatu saat nabi Adam ingin menikahkan anaknya untuk memperbanyak keturunan. Karna memang sudah besar, anaknya itu juga menginginkannya. Akhirnya Qabil dijodohkan dengan Labuda dan Habil dijodohkan dengan Iqlimah.

Karena dibujuk oleh setan yang tidak mau sujud kepada adam, ia menghasut Qabil agar tidak setuju bila dipasngkan dengan Labuda sebab Iqlimah lebih cantik daripada Labuda. Akhrnya qabil menolak. Adam pun akhirnya menyerahkan semuanya kepada Allah untuk menentukan.
Dalam menentukan orang yang berhak menjadi istri Iqlimah. Qabil dan habil harus berkurban kepada Allah. Dan barang siapa yang kurbannya diterima maka ialah yang berhak menjadi suami dari Iqlimah.

Qabil mempunyai postur tubuh yang tak lebih tinggi dari habil dan ia mempunyai sifat yang keras. Oleh karena itu nabi Adam memberikan pekerjaan bertani kepadannya. Sedangkan Habil mempunyai sifat yang lembut serta mempunyai kedalaman pikiran sehingga nabi Adam memberikannya pekerjaan sebagai pengembala domba.

Karena Qabil adalah seorang petani maka ia mengurbankan buah-buahan kepada Allah dan Habil sudah tentu mengurbankan hewan ternaknya. Namun ada hal yang berbeda dalam penyajian kurban mereka. Habil memilih domba yang sehat lagi gemuk karena ia pikir bahwa semua ini milik Allah, sedangkan Qabil menyortir buah-buahan yang busuk. Lalu Kurban itu ditempatkan berdekatan dan ditinggal diatas bukit.

Setelah mereka meninggalkan kurbannya itu, sebuah cahaya yang menyilaukan datang ke bumi dan menerangi bumi. Lalu cahaya itu menuju tempat kurban milik Habil dan timbul percikan api disana. Setelah kejadian itu cahaya itu lenyap dan udara menjadi seperti biasa.

Ternyata kurban yang dipersembakan Habil diterima oleh Allah, namun kurban milik Qabil tidak diterima,bahkan buah-buahan itu tidak berubah tempat sedkit pun. Padahal letak kedua tempat itu berdekatan.

Akhirnya Habil mendapatkan Iqlimah. Namun karena iblis mengganggu dan membujuk Qabil sehingga menyebabkan Qabil tak terima dan mempunyai niatan buruk untuk Habil. Bujuk rayu iblis pun semakin menjadi sehingga Qabil menyiapkan rencana untuk membunuh Habil dan sedang menunggu waktu yang tepat.

Disaat nabi Adam pergi ke suatu tempat, maka niat busuk yang direncanakan Qabil mulai dijalankan. Ketika Habil sedang bekerja, Qabil mendatanginya dan memukulnya dengan kayu sampai tersungkur. Setelah itu Qabil memukulnya lagi hingga tewas.

Setelah tewas ia memandang saudaranya itu dan menyesal telah membunuhnya. Akhirnya ia mengangkat tubuh Habil. Qabil melihat burubg gagak mematu-matuk tanah lalu Qabil pun menguburkan saudarannya itu. Setelah selesai, nabi Adam pun pulang, ia memanggil Qabil, namun karena ketakutan yang menjalar di tubuhnya akhirnya Qabil pergi.

Itulah sedikit cerita dari saya. Bila terjadi kesalahan cerita, sekali lagi saya mohon maaf, silahkan mengkritik dan memberi saran, terlebih yang membangun akan saya terima.

Sabtu, 03 September 2011

Sepak Bola Dalam Bunyi Radio

“Pemain bernomor punggung 7 membawa bola. Mengotak-atik sejanak, melewati pemain belakang Indonesia, mengoper dengan kaki kanan dan disundul saja, ohw, ternyata bola yang berwarna hitam putih itu ditangkap oleh kiper Indonesia yang berkepala plontos itu.”

Apakah anda pernah mendengarkan pertandingan sepak bola di radio? Bila tidak, lebih kurang seperti di ataslah gambarannya. Sebab saya baru saja mengalaminya pada jum’at malam (2/9) sekitar pukul sepuluh saat pertandingan timnas Indonesia melawan Iran.

Saat tak bisa menonton pertandingan Indonesia ditelevisi karena sedang dalam perjalanan pulang, akhirnya saya mendengarkan radio untuk mengikuti pertandingan itu. itu merupakan alternatif untuk mengetahui pertandingan itu. dan itu menjadi pilahan saya setelah mencari beberapa saluran.

Walau tidak bisa melihat keadaan lapangan seutuhnya, kita bisa mengetahuinya dari suara yang keluar dari komentator itu. karena komentator itu berusaha menjelaskaan bagaimana keadaan lapangan, mendiskripsikan penampilan pemain, menggambarkan bentuk permainan sampai pada letak dan posisi bola. Meski tak sejelas-jelasnya dan sempat melakukan kesalahan, setidaknya kita bisa mengetahui meski tak bisa melihat seperti apa aslinya.

Meski begitu, mendengarkannya di radio tidak kalah mendebarkan tertimbang menyaksikan langsung ditelevisi. Mungkin karena komentator sepak bola itu menggunakan intonasi yang bagus sehingga kita bisa merasakan saat-saat tim kesayangan kita diserang atau menyerang.

Saat bola berada di tengah lapangan suara komentator itu seperti bicara biasa, menggunakan intonas yang datar. Saat bola ditengah lapangan pula komentator itu biasanya menjelaskan atau mungkin memberi komentar mengenai pertandingan ini. Namun ketika salah satu tim mulai menyerang, komentator itu mulai mempercepat intonasi suaranya dan semakin cepat lagi ketika ada sekelumit di daerah pinalti.

Dan ketika berada dikotak pinalti, biasannya, klimaks dari serangan itu adalah suara seperti “apa yang terjadi” atau “dan” yang membuat hati ini berdebar. Menunggu apakah tim kesayangan yang kita bela kebobolan atau tidak, dan tim yang kita dukung mencebol gawang lawan atau serangannya kandas.

Setelah itu antiklimasknya terjadi pada saat kata seperti “ohhh”, “sayang sekali”, “gagal ternyata”, ataupun “gooollll” yang menuntaskan perasaan penasaran atas apa yang terjadi dalam pertandingan sepak bola itu. mungkin kata seperti itu merupakan kata-kata yang kita tunggu ataupun kata yang tak pernah kita harapkan.

Itulah bagaimana intonasi suara bisa mengakibatkan berbagai macam rasa bagi pendengarnya. Tentu saja kata “ohh” atau “sayang sekali” yang sangat kita harapkan saat tim kesayangan kita, Indonesia diserang pemain lawan. Dan kata “Gollllll” yang paling ditunggu ketika tim yang kita cintai dalam keadaan menyerang.

Sungguhpun komentator sepak bola di radio begitu berguna bagi saya waktu itu karna saya tak bisa menyaksikannya secara langsung di televisi. Meski begitu, hal Itu membuat perasaan saya dikocok-kocok karena suaranya itu walau tak merdu. Ditambah lagi kelakuan paman saya yang mengemudikan mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi di jalan yang tak ada pembatasnya. Itu membuat perasaan saya semakin terkocok dan berdebar, meski saya tahu dia ingin menyaksikan timnas Indonesia yang permainannya semakin membaik.

Meski pada akhirnya Indonesia kalah telak melawan iran dengan kedudukan akhir 3-0 untuk kemenangan Iran. Itu tak membuat saya membenci Indonesia, ya jelas saja karena Indonesia merupakan negara tempat saya dilahirkan oleh orang tua saya, mempunyai adik serta banyak saudara dan teman. Terlebih bertemu beberapa wanita yang sekarang sudah menajdi mantan pacar saya. haha