Sabtu, 12 November 2011

Sepotong Lidah

Aku adalah sepotong lidah yang mengulummu
karena ada variasi rasa yang kudapat saat kita bersama.
selayaknya aku, kau juga sepotong lidah yang serta merta mengemutku
kita saling merasa untuk masing-masing kita nikmati
bukan cuma madu, tapi beraneka

08:26 13/11/2011 

Minggu, 06 November 2011

Makam Sebuah Asa

Ia telah mengubur asa di kebun depan rumahnya. Asa itu dipendamnya dengan otot tangannya sendiri tatkala ia sudah ranum. Tanah dicabiknya dengan hati bergemuruh. Asa itu ditempatkan dalam liang lahat secara perlahan. Lalu ditimbunnya hingga matanya memerah berkilau. Tak lupa ditandai nisan agar ia tahu tentang harapannya yang sudah mati, menyatu dengan bumi.
Ia tak pernah lupa dengan makam itu. sebab ketika membuka daun pintu rumah, mau atau tidak matanya menatap ke sana. Sengaja, Biar ia paham bahwa di setiap aktivitasnya tak ada harapan. Mungkin konyol namun ia tak pernah mau lupa jikalau ia pernah punya harapan.
Ia pasrah digerayangi nasib, bahwa asa itu telah dibunuh oleh materi yang bisa merusak akal manusia serta membuat nafsu menggebu-gebu. Dan ia tak bisa berbuat banyak saat menjadi korban dari kebuasan materi bernama uang.
06/11/2011