Kamis, 17 Mei 2012

Tanah Ketidakpastian


Masa depan menunggu menggenggam belati
Kilaunya menyilaukan, merusak mata.
Raungannya yang keras
Mengikis mental.
Menebar benih ketakutan.

Aku tak tahu kejadian masa depan
Aku hanya ingin berjalan dengan sisa asa  tercecer di tanah ketidakpastian
Menghadapi gaungan ketakutan yang anginnya menyayat wajah
Hingga menetes darah.

Terkadang ketakutan melumpuhkan
membuat terpojok diruang senyap memeluk diri
dengan dingin menusuk hingga tulang
atau panas hingga tercium bau daging terbakar

sesekali depresi merasuk
hingga ke dada dan mempersempit rongga
menjadi terdesak, sesak.

Entahlah yang ada di sana.
Entah jalan ini.

18/5/2012
01.00 am