Kamis, 09 Agustus 2012

Pengemis Tuhan



Sebuah pertanyaan terkadang terlontar begitu saja, seperti halnya, bagaimana sih sholat yang khusyu? Apa yang mesti kita pikirkan. Kalau kata penceramah yang pernah saya dengar, pikiran kita tak boleh pergi ke mana-mana atau pikiran kita tak boleh berkelana ke mana pun meninggalkan jasad kita tatkala sedang sholat. Jadi, apa yang harus menjadi fokus pikiran kita. Apakah berfikir tentang Tuhan?
Bukankah Tuhan itu zat, yang tak ada seorang pun tahu bagaimana rupanya. Jadi apa yang mesti kita pikirakan, apakah memikirkan ciptaannya? Bukankah pikiran kita tidak boleh pergi melampaui jasad kita. Seumpama, saya memikirkan ciptaan Tuhan berupa keindahan alam, lalu apakah itu yang menjadi fokus perhatian kita. Tapi dengan memikirkan itu, pikiran kita bisa dikatakan berkelana.
Ah, yasudah lah. Tapi tadi saya sempat berfikir ketika sedang sholat. Entahlah, pikiran saya sering pergi, mungkin dia ingin bebas, tak mau terkungkung. Bukankah pahala hanya tuhan yang tahu. Apakah itu dapat pahala atau tidak,itu urusan Tuhan. Terkadang bisa membuat pusing juga jika memikirkan apakah suatu ibadah diterima atau tidak. Yang saya pahami kita hanya bisa ikhtiar, sabar,dan tawakal, meski itu sangat sulit untuk saya.
Suatu hal yang saya pikirkan ketika sholat tadi yaitu tentang sholat itu sendiri. yang saya pahami dari para guru agama, sholat itu berdoa.  Mungkin, sekali lagi, ini hanya mungkin, soalnya saya belum tahu bagaimana cara khusyuk untuk solat. Saya bukan pakar, saya bukan alim ulama, saya hanya sedang berusaha mendekati Tuhan. Mungkin yang harus saya pikirkan tentang sholat yaitu tentang meminta kepada tuhan, karna sholat itu adalah doa. Selain itu memujinya agar doa kita dikabulkan. Mungkin seperi itu pemikiran sholat versi saya. Jadi kita fokus akan doa-doa kita. Fukus saat memujinya.
Lalu, saya berfikir lagi tantang berdoa dan meminta. Setiap orang kan harus meminta kepada Tuhan. Salah satunya ketika sholat, dalam artian sholat itu kan berdoa, dan berdoa itu kan meminta, atau ada sesuatu yang kita pinta. Itu menurut saya, sekali lagi menurut saya, jika ada yang tidak setuju, tak apa. Bebas. Lalu untuk dikabulkannya doa, kita tidak boleh sombong, kita harus memuji Tuhan. bukankah seperti itu.
Manusia hidup untuk meminta kepada Tuhan. kita meminta kepadanya, kita mengemis kepadanya. Berarti manusia dilahirkan sebagai pengemis. Pengemis Tuhan. pemikiran yang iseng. Kalau ada yang tak setuju, terserah. haha