Senin, 18 April 2011

Sebadan Lelaki

Lelaki muda memukul waktu dengan gigihnya
Menghancurkan waktu
Retak
Sampai tertebar

Tanpa perduli waktu
ia menggotong kerasnya Jakarta
kesusahan dipanggul tak henti
berhari-hari berbulan-bulan

paras nya lelah
mulunya ternga-nga
mengatur gerak nafas lelah
dadanya naik turun
memompa darah
namun ia belum sampai pada tujuan

lelaki ini tertinggal dari yang lain
tak ada yang banyak membantu
berbeda dengan yang lain

namun usaha tetap di ambil
sampai otot-ototnya mengencang
tubunya mulai membungkuk
kesakakitan terlupakan oleh ambisi
badanya yang mulai goyah masih terus dipacu
bosan sudah dia mengeluh, akan sama saja

setapak-demi setapak jalan masih ditapaki
dengan berbagai macam beban dipundaknya
dia masih melangkah dan terus melangkah
sampai saatnya tiba
tanpa beban, tanpa perjalanan jauh,
tanpa lelah, tanpa sakit
hanya kebebasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar