Sabtu, 22 Oktober 2011

Pertunjukan Kemewahan

(1)
Aku melihat seorang lelaki sedang menyaksikan pertunjukan kemewahan
Dia duduk dengan sesekali menghembuskan asap dari sigaretnya
Dari pinngir jalan, matanya memperhatikan setiap adegan
Ada rasa yang tumbuh dalam dirinya

(2)
Para aktor dan artis berperan sebagai pejinjing sesuatu
Berlalu lalang kesana-kemari mencari hal yang tak biasa

Tokoh dalam pertunjukan itu tak hanya rupawan
Tak perlu pandai berakting
cuma butuh kantong tebal
atau kartu prabayar tanpa batas

Latar pertunjukan hanya itu-itu saja
Sebuah gedung bertingkat dengan lampu gemerlap dan gambar-gambar menggiur, meracun akal

Alurnya bukan maju, bukan mundur dan bukan juga campuran tapi datar
Jalan cerinya tak menarik, tak lucu, tak dramatis, tak mengharukan
Hanya membuat dengki penontonnya

(3)
Ada hal yang diinginkan dari tatapan lelaki itu
Seperti ingin terjun ke dalam pertunjukan
Bersama-sama aktor-aktris lain
Menghabiskan waktu berkubang di dalam pusat perbelanjaan
Berburu apa saja tuk memuaskan nafsu
Juga untuk menerapkan budaya konsumtif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar