Selasa, 10 Juli 2012

kabut ketakuan


Aku berjalan dengan hati tertutup kabut ketakuan yang datang merambat beriring pikiran resah terbayang Atid yang mungkin sudah menghela nafas lelah mencatat amal sedangkan Rokib mungkin sedang bersantai ria disudut kanan menunggu kejadian yang akan ia goreskan dengan pena buatan Tuhan di lembaran buku saku kecilnya dan otakku masih memikirkan angin yang menghembuskan tanya tentang banyak hal yang dimulai dari masa lampau sampai masa yang tak akan pernah kuketahui dimana ujungnya terlebih aku merisaukan diriku yang kerap berfikir liar sehingga banyak hal yang absurd terbayang dan mungkin itu berlebihan tapi terkadang pikiran ini susah untuk dijinakan tak seperti macan sirkus yang buas lalu berubah menjadi penari yang mengagumkan untuk ditonton dan entah pikiran ini bermaksud apa karena sejujurnya  aku tak tahu apa yang akan diberikan Tuhan kepadaku karena Ia yang memiliki diriku dan memiliki segala apa yang bisa dimiliki dan aku meminta kepada Sang Pemilik dari segala itu agar memberikan aku suatu yang paling baik menurut-Nya karena aku tak tahu apa rencana yang telah dibuatnya dan semoga kegelisahan yang sedang kukubangi ini memberikan suatu jalan menuju ketenangan yang diberikan oleh-Nya untukku dan aku berharap agar setiap kegalauan yang menimbulkan tanya ini lekas menemukan lembah jawaban dengan cahaya yang indah yang lebih indah dari fajar atau senja yang paling indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar