Minggu, 15 September 2013

Tergesa-gesa



Sekitar pukul 05.00 pada awal pekan, Muazin baru saja selesai mengumdangkan azan dari sebuah langgar kecil. Suaranya masih menggema seolah mengetuk pintu tuk membangunkan umat yang lelap tertidur. Di sebuah rumah, jam weker mulai berteriak menggetarkan gendang telinga seorang pemuda. Lelaki itu bangun tergesa-gesa. Selimut yang dipakainya tercecer di lantai ketika lelaki itu hendak menuju kamar mandi. Sprei kasurnya pun tak teratur karena tak dirapikan terlebih dahulu.

Lelaki itu mandi dengan lekas hingga busa sabun masih tertinggal di telinganya. Dalam keadaan tubuh belum benar-benar kering, ia mengenakan kemeja yang baru saja diambil dari almari. Tanpa sadar, kancingnya dimasukan bukan pada lubang yang tak tepat dan terlihat kerah kiri lebih tinggi dari pada kerah kanan. ia pun lupa menarik resleting celananya yang berbahan denim.

Tas dan sepatu pun ia kenakan. Kemudian ia berlari kecil menuju sepeda motornya. Ketika hendak menyalakan sepeda motor, ia lupa jika kuncinya tertinggal. Akhirnya ia pun kembali ke kamarnya untuk mengambil kunci.

Ketika sepeda motornya sudah menghadap pintu gerbang, kemudian lelaki itu berhenti.

“Aku mau kemana?” tanyanya dalam hati.

Sekarang, lelaki itu tak tahu hendak pergi ke mana. Rencannya tak terlaksana Karena di susun tergesa-gesa. Dengan santai, lelaki itu kembali menuju kamarnya. ia menarik selimut yang tadi tercecer di lantai dan kembali merebahkan dirinya.

dialog dini hari
23:59
15/09/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar