Senin, 29 Agustus 2011

Pertarungan

Mereka tak pernah permisi
Hilir mudik
Menganggu dalam sunyi senyap sepi
Di hari yang hitam dengan seonggok cahaya
Manyerang
Menggigit hingga menembus kulit
Menghisap darah tuk menambal lapar
Hingga kenyang
Mabuk dengan perut menggelembung hampir pecah
dan gereknya menjelma menjadi keong


Sebadan raksasa
memburu, mencari dan memusuhi
menatap tajam dan jeli
juga dengan sinis
mencoba membunuh dengan cara apapun
dari yang sederhana sampai tak biasa
hingga mereka mati tergeletak
menjadi sampah
lalu menjadi makanan makhluk lain


Mereka tewas ditangan raksasa
terhimpit dengan darah membuncah
tercecer menyiprati kulit

Mereka tewas ditangan raksasa
diracun sampai lemas, tak berdaya
dan tergeletak

Mereka tewas ditangan raksasa
disetrum dan tak bisa lari
sampai gosong dan bulu-bulu berdiri

Sang raksasa tersenyum penuh dendam
serta kemenangan

2 komentar: