Senin, 05 September 2011

Tragedi Pembunuhan Pertama Di Muka Bumi

Tahukah anda mengenai drama percintaan yang berakibat pembunuhan yang pertama kali ada di bumi ini? mungkin ada yang sudah tahu dan ada yang belum. Baiklah saya akan mencoba menceritakannya secuil saja, karena kalau terlalu panjang saya takut pembaca bosan dengan tulisan saya yang masih kurang bagus ini terlebih saya juga hanya mengetahui secuil jadi apa adanya saja, tak bisa yang hebat seperti tukang cerita.

Saya juga menuliskan cerita ini karena saya baru saja membaca cerita anak-anak tentang nabi. Dan saya ambil sepotong bab saja dari keseluruhan cerita dalam buku itu. Bila dalam menceritakan hal ini saya banyak kekeliruan maka saya mohon maaf, saya hanya manusia biasa, bodoh, miskin pengetahuan dan sok tahu. Terima kasih

Karena hal ini terjadi pertama kali di bumi, jelas bukan terdapat di zaman sekarang, 10 tahun lalu, 100 tahun lalu, atau 1000 tahun lalu. Cerita ini terjadi Sebelum nabi Muhammad SAW lahir, sebelum Socrates, Enstein, Darwin, Soekarno atau Obama sekalipun lahir.

Drama percintaan in terjadi pada zaman nabi Adam. Pada suatu hari pada zaman itu, Adam dan Hawa ingin melahirkan anak pertamanya. Dan Allah memberi mereka anak kembar yaitu Qabil dan Iqlimah. Qabil berjenis kelamin laki-laki dan iqlimah perempuan. Yang menjadi kakak adalah Qabil karena ia lahir lebih dahulu beberapa saat tertimbang Iqlimah.

Setelah melahirkan mereka, Hawa melahirkan kembali dan diberi dua anak kembar lagi. lalu anak itu diberi nama Habil dan Labuda. Habil meruapakan anak laki-laki dan lahir lebih dahulu tertimbang Labuda yang perempuan.

Pada suatu saat nabi Adam ingin menikahkan anaknya untuk memperbanyak keturunan. Karna memang sudah besar, anaknya itu juga menginginkannya. Akhirnya Qabil dijodohkan dengan Labuda dan Habil dijodohkan dengan Iqlimah.

Karena dibujuk oleh setan yang tidak mau sujud kepada adam, ia menghasut Qabil agar tidak setuju bila dipasngkan dengan Labuda sebab Iqlimah lebih cantik daripada Labuda. Akhrnya qabil menolak. Adam pun akhirnya menyerahkan semuanya kepada Allah untuk menentukan.
Dalam menentukan orang yang berhak menjadi istri Iqlimah. Qabil dan habil harus berkurban kepada Allah. Dan barang siapa yang kurbannya diterima maka ialah yang berhak menjadi suami dari Iqlimah.

Qabil mempunyai postur tubuh yang tak lebih tinggi dari habil dan ia mempunyai sifat yang keras. Oleh karena itu nabi Adam memberikan pekerjaan bertani kepadannya. Sedangkan Habil mempunyai sifat yang lembut serta mempunyai kedalaman pikiran sehingga nabi Adam memberikannya pekerjaan sebagai pengembala domba.

Karena Qabil adalah seorang petani maka ia mengurbankan buah-buahan kepada Allah dan Habil sudah tentu mengurbankan hewan ternaknya. Namun ada hal yang berbeda dalam penyajian kurban mereka. Habil memilih domba yang sehat lagi gemuk karena ia pikir bahwa semua ini milik Allah, sedangkan Qabil menyortir buah-buahan yang busuk. Lalu Kurban itu ditempatkan berdekatan dan ditinggal diatas bukit.

Setelah mereka meninggalkan kurbannya itu, sebuah cahaya yang menyilaukan datang ke bumi dan menerangi bumi. Lalu cahaya itu menuju tempat kurban milik Habil dan timbul percikan api disana. Setelah kejadian itu cahaya itu lenyap dan udara menjadi seperti biasa.

Ternyata kurban yang dipersembakan Habil diterima oleh Allah, namun kurban milik Qabil tidak diterima,bahkan buah-buahan itu tidak berubah tempat sedkit pun. Padahal letak kedua tempat itu berdekatan.

Akhirnya Habil mendapatkan Iqlimah. Namun karena iblis mengganggu dan membujuk Qabil sehingga menyebabkan Qabil tak terima dan mempunyai niatan buruk untuk Habil. Bujuk rayu iblis pun semakin menjadi sehingga Qabil menyiapkan rencana untuk membunuh Habil dan sedang menunggu waktu yang tepat.

Disaat nabi Adam pergi ke suatu tempat, maka niat busuk yang direncanakan Qabil mulai dijalankan. Ketika Habil sedang bekerja, Qabil mendatanginya dan memukulnya dengan kayu sampai tersungkur. Setelah itu Qabil memukulnya lagi hingga tewas.

Setelah tewas ia memandang saudaranya itu dan menyesal telah membunuhnya. Akhirnya ia mengangkat tubuh Habil. Qabil melihat burubg gagak mematu-matuk tanah lalu Qabil pun menguburkan saudarannya itu. Setelah selesai, nabi Adam pun pulang, ia memanggil Qabil, namun karena ketakutan yang menjalar di tubuhnya akhirnya Qabil pergi.

Itulah sedikit cerita dari saya. Bila terjadi kesalahan cerita, sekali lagi saya mohon maaf, silahkan mengkritik dan memberi saran, terlebih yang membangun akan saya terima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar