Sabtu, 03 Maret 2012

Malthus, Si Pembangkang Smith


Setelah kemunculan Adam Smith yang menyuguhkan konsep kemakmuran baru, datanglah Thomas Robert Malthus (1766-1834) dengan penentangannya terhadap konsep itu. Malthus merupakan salah satu murid Smith yang membangkang, namun ia masih setuju dengan beberapa konsep Smith tentang perdagangan bebas, dan ia juga penganut mazhab laizes faire.
 Ia mengajukan pertanyaa terhadap konsep kemakmuran baru Smith : Dapatkah manusia bertahan hidup ketika manusia semakin lama bertambah seadangkan sumber daya yang tersedia di bumi ini semakin lama akan habis?
Ia mengemukakan pertanyaan yang sangat suram seakan-akan ia ingin mengembalikannya manusia ke era hobbesian. Bahkan Frederick Angels berpendapat bila konsep Malthus merupakan konsep yang barbar dan kelam. Selain Angels, Say juga mengatakan, buat apa sebuah teori yang hanya bisa memenuhi kebutuhan literer namun tidak bisa digunakan dalam kehidupan nyata, seperi teori Malthus dan Ricardo.
Ia bersama sahabatnya David Ricardo menentang kaum-kaum optimis. Tentangannya itu di tunjukan dengan  menerbitkan essay on the priciple of population as it affects the future improvement of society, with remark on the speculation of Mr. Godwin, M. Condorcet, and other writter  - tradisi judul pada waktu itu menggunakan judul yang panjang -  atau disingkat essay on population (1798) saat usianya masih 32 tahun, yang isi esai itu ialah bahwa sumber daya yang ada di Bumi tidak bisa mengimbangi pertumbuhan populasi yang ada.
Setelah tesis muramnya itu, banyak kritikan melayang kepadanya, mulai dari teolog konservatif, penganut liberal, dan radikal utopian. Selain menuai kritikan, esainya juga disebut-sebut sebagai esai yang berpengaruh. Malthus di anggap sebagai pendiri studi tentang demografi dan populasi. Dan dia juga mengilhami lahirnya teori evolusi dari Charles Darwin.

Kehidupan Malthus
Malthus lahir tahun 1766 dari keluarga kaya. Sebagai putra bungsu ia sudah biasa dengan kelebihan penduduk karena ia merupakan delapan bersaudara. Iman kristianinya yang membuatnya agar mempunyai keluarga yang besar. Tuhan memerintahkan Adam dan Hawa untuk “memperbanyak keturunan dan mengisi bumi”.
Pada tahun 1784, Malthus masuk ke universitas Cambridge. Ia mengambil jurusan matematika dan bahasa. Setelah lulus ia menjadi pendeta di Inggris dan meninggalkannya kembali setelah bekerja selama enam tahun sebagai pendeta karena ia ingin menikah pada tahun 1804.


Hukum Alam Malthus yang Terkenal
Essay on population berisi tentang “hukum alam” sebagai “dasar yang tidak bisa terbantahakan”
Pertama : Populasi cenderung bertambah menurut deret ukur (secara geometris ) (1, 2, 4, 16, 32,...)
Kedua : Produksi makanan cenderung bertambah menurut deret hitung (secara Aritmatika) (1, 2, 3, 4, 5, 6,7 ...)
Akibatnya adalah krisis “penderitaan dan kemiskinan” yang tak bisa terbantahkan karena sumber daya alam yang ada dibumi tidak bisa memenuhi kebutuhan yang populasi.
Hukum alam malthus yang pertama bisa dikatakan benar karena jumlah penduduk dunia semakin lama semakin meningkat secara geometris. Pada era Malthus penduduk dunia hanya sekitar 1 miliar sedangkan pada tahun 2000-an penduduk dunia semakin meningkat menjadi 6 miliar. Akan tetapi penyebab pertumbuhan penduduk ini tidak seperti yang dikatakan Malthus yaitu pertumbuhan penduduk terjadi karena semakin tingginya pendapatan penduduk. Namun pertumbuhan penduduk yang tinggi karena angka kematian bayi semakin lama-semakin mengecil dan angka kematian orang dewasa juga menurun. Ini mengindikasikan bahwa harapan hidup begitu tinggi.
Selain itu, angka kelahiran pada bayi bukannya naik malah menurun. Hal ini disebabkan kerena kemajuan teknologi kedokteran dan semakin tingginya pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan seseorang semakin tinggi pula tingkat intelektualitasnya, dan semakin tinggi intelektualitasnya, orang tidak menginginkan banyak anak.
Sedangkan Hukum alam yang kedua bisa dikatakan ada kecacatan. Hukum yang kedua adalah produksi makanan cenderung bertambah menurt deret hitung (secara Aritmatika). Hukum ini bisa dikatakan cacat karena hewan bisa lebih cepat melahirkan dan bertelur. Sedangkan manusia sedikit lambat. Hewan bisa melahirkan lebih dari dua anak sekaligus, sedangkan manusia hanya 1, dan apabila kembar itu sangat jarang sekali terjadi.
Begitu pula dengan tumbuhan. Tumbuhan lebih cepat prosesnya, bahkan dengan adanya alat dengan teknologi yang canggih bisa mempercepat proses dari tubuhan itu sendiri. Misalnya seperti adanya traktor, pembasmi hama, pupuk buatan, dll.
Malthus tidak memberikan alasan bahwa tanaman dan hewan tidak seproduktif manusia. Ia hanya mengatakan bahwa “alam menyebar benih kehidupan yang seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya, namun bumi kekurangan ruang dan gizi untuk membesarkan benih itu.”


Hukum Pendapatn yang Menurun
Malthus mengemukakan sebuah teori pada edisi berikutnya. Berdasarkan bahwa sumberdaya alam semakin lama-semakin berkurang maka pendapatan manusia semakin menurun – tanah hanya tetap, bahkan cenderung berkurang karena banyak dibangun gedung, sehingga menurunnya proporsi produk. Hal ini yang dijadikan acuan oleh mathus. Malthus diaanggap sebagai ekonom pertama yang mengungkapkan teori ini. Dia mengacu pada semakin banyak orang manambahkan kapital dan tanah pada suatu lahan atau tanah maka penambahan produksi ataupun output semakin menurun. oleh karena itu ia mengungkapkan bahwa pendapatan semakin menurun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar