Senin, 05 Maret 2012

Rasa Dangdut Disana

Alunan dangdut terdengar lirih dari panggung kampung
disana berjoget
kuli bangnan yang dimpor dari kampung penganggur
tukang ojek resah ditinggal pelanggan yang telah berkendaraan pribadi
atau pengangguran kota yang ijazahnya tak laku digadai

Alunan dangdut terdengar hingar bingar dari panggung kampanye
disana
para politisi berorasi tentang pemberantasan kemiskinan dan korupsi
padahal perkataanya tak ubahnya kentut busuk tak sedap yang menguap tak berbekas

Alunan dangdut terdengar menghentak dari panggun pesta
disana
para ormas radikal berjaga sehabis berkelahi memperebutkan lahan

Alunan dangdut terdengar keras dari camp militer
disana
para tentara mengabiskan malam setelah berburu gerilia,
mereka menunggu malam demi malam agar bisa bertemu keluarga

Alunan dangdut terdengar getir dari speaker kecil
disana
para pelantun tak berduit mengais rejeki karena tak beruang masuk studio rekaman
atau mengamen seorang waria yang terkucil dari kehidupan

Alunan dangdut terdengar resah dari tape mobil truk
disana
para supir pengantar barang tegang mengantri tuk masuk kapal
berharap tak telat agar tak kena damprat para cukong pemilik kapital

Alunan dangdut terdengar samar dari radio usang warung kopi
disana
setiap orang bercuap apa saja
mulai dari candaan sampai pemikiran
diawali masalah sehari-hari sampai kekecewaan terhadap negeri


Alunan dangdut terdengar galau dari sebuah headphone
disana
aku sedang mengahayati sebuah irama
yang berlirik tentang hati yang terluka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar