Minggu, 08 April 2012

Penyair Idol


(1)
Hari ini aku sedang resah
menunggu giliran tampil membaca sajak.
Teman pesaingku pentas silih berganti
lalu membawa hasil komentar tak serupa




(2)
Aku semakin gugup ketika akan membaca sajak tentang risau.
Di hadapan para penyair kakap.
Di depan juri (Rendra dan Chairil Anwar).

(3)
Semakin waktu mendekat, tanganku bergetar serta merta,
suaraku mendengung, tak lagi bulat.
Kupandangi sekeliling,
ternyata banyak kamera mengintai.
Aku tersadar bahwa aku akan ditatap pemirsa

(4)
Aku gelisah karna butuh tampil indah
agar permirsa mendukungku lewat pesan singkat
agar aku bisa menjadi terkenal
agar aku bisa menjadi idola.
Ah, tapi ya sudahlah, ini aku adanya.

(5)
Sekarang pembawa acara menyebut namaku.
Aku terbangun dari dudukku.
Ternyata demam merasuk
tapi kucoba bergaya santai
Dan memulai
“Risau,” ujarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar