Rabu, 09 Februari 2011

Perjalanan Kecil Itu 1

PLAY STATION (PS)
Rencana selanjutnya ialah cibodas, namun mobil Dika masih bermasalah. Hubungan telpon Cipanas-Jakartapun sering terjadi dua hari ini. Gandhi, penjaga pondokan, yang dibantu dengan Soleh, belom bisa mencarikan pandai mesin untuk memperbaiki mobil  Dika, sehingga masalah ini menjadi berlarut-larut tanpa ada penyelesaianya. Mobil pun masih belum bisa digunakan untuk rekreasi hari itu.
            Masalah mobil ini sangat penting karena tanpa mobil ini, tidak semua teman kami tidak bisa mengikuti acara hari ini. Sesekali Gandhi datang untuk membicarakan sesuatu kepada dika, tapi hanya hanya pembicaraan.
            Karena masalah mobil belum selesai maka acara itu ditunda sampai besok, acara yang telah disusun menjadi tidak sesuai, kepulangan yang diperkirakan besok pagi ditunda hingga tak tau kapan, kepergian ke cibodas ditunda hingga mobil dika selesai, Gandhi yang diharapkan untuk menyelesaikan masalah mobil, ternyata belom bisa diandalkan saat itu.

                                                                        ******
            Siang itu hujan turun, kami bersyukur karena acara dibatalkan. Kekosongan acara terjadi, namun kami semua mamnfaatkan siang itu dengan semaksimal mungkin. Beberarap teman memanfaatkanya dengan tidur karena malam kemarin belum tidur karena bersenang-senang. Mungkin bagi mereka yang tidur cuaca kali itu sangat mendukung karena dingin.
            Sebagian lain bermain play station di pondokan. Membawa PS memang sudah direncanakan sebelumnya sebagai hiburan untuk menemani malam. Namun karena kekosongan acara maka PS pun menjadi hiburan dadakan. Barang berwarna hitam itu  terus menerus dinyalakan selama dipondokan. Mulai dari baru sampai pondokan, di malam pertama, mulai  ba’da magrib sampai hampir pagi, keesokan paginya PS dinyalakan kembali dan selesai karena ada perjalanan ke Air Terjun, dan sekarangpun  dinyalakan lagi, entah berapa lama lagi PS ini menyala.

            Stik PS sudah puluhan kali bepindah tangan, walaupun salah satu stik PS itu rusak namun semua menikmatinya, terkadang ada beberapa yang mengeluh. Bagi mereka yang ingin menonton televisi, nampakanya mereka harus mengalah karna apabila diadakan pemilihan suara, mereka yang ingin menonton akan tertinggal jauh. Dan dimenangkan oleh kelompok yang ingin bermain PS.
            Selain dalam urusan makan yang sangat gesit. Dalam urusan bermain PS pun mahasiswa ini sangat gesit. Antusiasme dalam bermain PS sangat tinggi, ini terbukti banyak yang menyela bermain padahal bukan giliranya. Banyak dari kami yang berebut untuk memainkanya.
            Acara hari ini hanya seperti itu saja, sampa sore hari menjelang. Sehabis magrib mobil dika sudah nampak diurusi. Karena kampas koplingya mesti diganti, dan montir itu tidak membawa peralatanya, maka mobil diderek ketempat montir bekerja. Dika dan galih ikut untuk memantau mobil.
            Gandhi dan sholeh ingin mengikuti. Mereka meminjam sepeda motor dari kami. Sepeda motor yang digunakan kala itu ialah motor matic kepunyaan Adi. Mereka juga meminjam dua helm dan  Setelah meminjam STNKnya juga mereka langsung pergi.
            Saat kami sedang asyik menikmati malam dengan permainan bola yang sedang dimainkan, kami dapat kabar jika motor yang digunakan Gandhi dan soleh, bannya bocor dan mesti diganti, maka Adi yang kala itu membawa uang kurang, dan tidak memprediksi dengan hal ini, mau tak mau harus menggantinya.
            Saat sedang asyik menghabiskna waktu dengan bermain PS, orangtua ku menelpon untuk menanyakan kabarku, keadaanku, serta ongkos yang diberi. Saat ditanya ongkos yang diberi, aku menjawab. “Uang yang dikasih kelebihan pa, alhamdulilah,” ujarku. Sambungan telpon akhirnya ditutup dengan nasihat yang diberikan oleh orangtuaku.
            Malampun semakin larut. Matapun semakin ngantuk, akhirnya aku tidur. Untungya aku sudah menjadi penjaga pondokan kemarin jadi hari ini aku bisa tidur nyenyak. akupun tertidur maka aktifitas yang dilakukan oleh yang lain aku tak  tahu. Yang aku tahu saat terbangun untuk sholat isya, kira-kira pukul dua malam. Adi dan Amri sedang bermian Play station. PS lagi, PS lagi, mungkin jika PS situ bisa bicara, dia akan meminta waktu untuk istirahat, utnuk merehat mesinnya. Atau mungkin optic itu sudah menggunakan lensa yang tebal karena terlalu sering membaca kaset yang digunakan untuk bermain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar