Rabu, 24 Agustus 2011

Hanya omong kosong

oleh Muhammad Umar
Apakah jadinya bila tokoh dalam sebuah cerita menolak di takdirkan seperti itu dan tokoh itu mencari penulis ceritanya untuk menggugat nasibnya?

Di sebuah tempat lokalisasi, terdapat seorang pelacur yang memiliki rajah kuda yang terlihat seperti berlari. Syahdan, rajah kuda itu keluar dari punggung perempuan itu dan menjelma menjadi kuda sungguhan yang menyebabkan sebuah bencana bernama persembahan kuda. Kuda itu berlari dan serta merta diikuti oleh satu juta pasukan berkuda yang dikirim oleh Sri Rama untuk persembahan.

Pasukan itu merupakan pasukan yang sangat kuat hingga menyebabkan apa saja yang dilewatinya di seluruh penjuru bumi akan hancur lebur. Bagi mereka yang melawan sudah tentu nasib daerahnya akan rata dengan tanah dan penghuni kampung itu akan habis dibunuh dan untuk yang menyerah maka mereka akan selamat.

Pasukan sri rama ini sangat kuat dan apabila pasukan kudanya dapat dikalahkan maka ia masih mempunyai prajurit wanara (kera) yang siap menolongnya. Sampai akhirnya tentara ini dapat dikalahkan oleh Lawa dan Kusa yang juga anak Sri Rama titisan Dewa Wisnu dan Sinta titisan Dewa Laksmi.

Meski sudah bisa dikalahkan, akibat yang ditimbulkan oleh persembahan kuda itu sangat parah. Setiap wilayah yang dilewatinya rata dengan tanah, setiap yang melawan maka ia hanya datang memasrahkan nyawanya. Peradaban hancur, manusia menjadi saling memangsa, membunuh, merampok, dan lain-lain. oleh karena itu maka peradaban harus dibangun kembali agar kehidupan kembali kesediakala, kembali ke masa sebelum persembahan kuda.

Dan untuk menghemat waktu 300 tahun untuk membangun peradaban maka harus ditemukan sebuah kitab yang bernama omong kosong. Pencarian kitab ini dilakukan oleh Satya dan Maneka, serta jutaan manusia dengan berjuta maksud, baik itu maksud buruk atau maksud baik.

Awal kisah, Maneka adalah seorang pelacur yang mempunyai rajah kuda itu. Setelah bencana persembahan kuda itu selesai, rajah yang menjelma itu kembali ke punggung maneka melalui jendala. Banyak orang yang melihatnya sehingga setelah kejadian itu banyak yang mendatangi maneka untuk tidur dengannya. Semua orang dalam kota itu ingin tidur dengannya, baik laki-laki maupun perempuan.

Sampai pada akhirnya Maneka melarikan diri karena tak tahan. Pelarain itu yang akhirnya membawa Maneka kepada Satya. Satya adalah seorang pemuda yang menolong maneka saat pingsan sehabis melarikan diri. Setelah pertolongan itu Satya menyukai maneka, dan bersedia melakukan apa saja untuk Maneka.

Karena merasa bernasib sial akhirnya Maneka ingin merubahnya dengan mencara seorang penulis yang berkisah tentang dia, tentang persembahan kuda, tentang Sri Rama, dan tentang kisah Ramayana. Penulis itu bernama Walmiki.

Pencarian yang dilakukan Maneka tentu saja ditemani Satya yang lebih mahir dari Maneka. Pencarian itu membawanya ke sebuah petualangan yang seru dengan menggunakan pedati yang ditarik oleh kerbau dengan gentanya.

Selama berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun mereka mencari Walmiki menuju arah senja berdasarkan informasi yang didapatnya. Walmiki yang merupakan tukang cerita yang pandai berkelana keliling dunia untuk bercerita tentang Ramayana.

Dalam perjalan itu Maneka banyak dicari untuk dibunuh karena rajah itu atau bahkan banyak orang yang lari terbirit-birit ketika melihat rajah kuda yang berada di punggungnya itu. karena kuda itu yang pertama kali muncul sebelum terjadinya persembahan kuda oleh prajurit ayodya.

Sebelum akhirnya pencarian yang dilakukan oleh Maneka dan Satya ini berbelok arah menjadi mencari Kitab Omong Kosong yang terdiri dari lima bagian. karena mereka pikir Kitab Omong Kosong lebih penting karena bisa membangun peradaban manusia yang sudah hancur akibat persembahan kuda dan bisa menghemat waktu selam 300 tahun.

Dalam pencarian kitab yang berada di gunung Kendalisada itu, mereka malah menemukan Walmiki. Dengan segera maneka minta dirubah nasibnya. Walmiki tidak bisa merubahnya namun maneka bisa menulis ceritanya sendiri tanpa tergantung dengan Walmiki. karena kebahagiaan harus dibentuk sendiri, Walmiki menyerahkan semuanya kepada maneka.

Setelah Maneka diberikan otoritas penuh untuk menuliskan ceritanya sendiri. Mereka pergi mencari Kitab Omong Kosong yang berada digunung Kendalisada tempat Hanoman bertapa. Dan setelah mereka menemukan walmiki akhirnya mereka bertemu dengan hanoman dan kitab omong kosong yang pertama ditemukan.

Kitab Omong Kosong itu ditulis oleh hanoman dan mereka harus berusaha keras untuk mencari kitab itu. kitab pertama yang berjudul “Dunia Sebagaimana Adanya Dunia” telah didapt. Setelah itu pencarian diwarnai oleh berbagai macam petualangan. Sampai kelima kitab itu ditemukan dengan cara yang tak disangka, ajaib dan beruntung.

Setiap kitab mempunya makna tersendiri. Setiap judulnya mengandung sebuah makna filosofis tentang dunia ini. serpeti kitab yang kedua berjudul “Dunia Seperti Dipandang Manusia.” Ketiga berjudul “Dunia Yang Tidak Ada.” Yang keempat berjudul “Mengadakan Dunia” sampai yang kelima berjudul “kitab keheningan.”

Dalam “Kitab Omong Kosong” ini Seno Gumira Ajidarma banyak memberika pandangan terhadap sesuatu, seperti cinta, kekuasaan, kebenaran, kedudukan wanita dan banyak lagi. cerita ini sangat menarik karena mempunyai banyak makna dalam isinya.

Sampai pada akhirnya Togog, tokoh yang diciptakan oleh Seno mengakui bahwa kitab ini adalah hanya omong kosong belaka. Ia berpesan kepada pembacanya agar tak membaca Kitab Omong Kosong ini karna hanya membuang waktu. Tidak bagus karena togog mengaku tidak bisa bercerita, tidak intelek, penggambaran yang kurang bagus dan berbagai alasan yang dikemukakan togog agar kitab ini tidak dibaca. Dan terakhir togog minta maaf, minta beribu-ribu maaf atas cerita yang ia tulis ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar