Senin, 26 September 2011

(Mengenang) Sekotak puzzle

Hari itu, Gumpalan tanah yang terselip ruh itu berpindah alam
Terbentuklah engkau dengan sambutan hangat dari angin melegakan dada
Pasti dengan tatapan bahagia empat kelopak yang tak usai mengucap syukur
Sekarang, tanah itu sudah terisi angka menandakan engkau telah ranum
Tau akan jelmaan malaikat dan iblis

Hari ini, dimana kau mendapatkan satu angka lagi
Kujinjing sebuah kotak berlilitkan kain berwarna darah ke tempat kau berteduh
Isinya lumrah, seawam saat kita bergandengan melewati beratus-ratus hari yang hengkang tanpa tegur sapa
Sebuah permainan puzzle tak mahal, tak terlalu bagus,dan tak terlalu bermakna hanya sebuah refleksi saja

Hakikatnya puzzle ini merupakan kesatuan utuh bergambar sebelum hancur menjadi serpihan teka-teki
Dengan tangan telaten, kau terapkan patahan demi patahan secara lembut
Kau cari setiap bagiannya disetiap sudut tempat, di balik pintu, di bawah ranjang, di atas lemari, dimana saja
Selama jutaan menit kau menata dengan rasa manis, asam, asin dalam prosesnya,
Dari abstrak, mulai terlihat sepotong, sampai menjadi sebuah gambar yang engkau tahu rupanya
Dan kuserahkan bingkisan ini agar menjadi milikmu dan karena di dalam situlah terajah dirimu


*untuk perawan libra di sudut sana
2011-26-9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar