Rabu, 29 Februari 2012

Jean-Baptiste Say, Pengembang Model klasik Smith


Setelah kelahiran pencetus kapitalis-Adam Smith- dengan karyanya An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations. Ada beberapa ekonom klasik yang mengembangkan model yang telah dibuat oleh Adan Smith, sebuat saja Jean-Baptiste Say. Terkadang ekonom prancis ini sering disebut sebagai Adam Smithnya prancis.
Awalnya JB Say adalah Tribunat -Seorang perwira Romawi kuno dipilih untuk melindungi hak-hak mereka dari tindakan sewenang-wenang dari para hakim bangsawan- Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktator yang haus kekuasaan yang menentang kebijakan Say dan mengeluarkannya dari tribunat setelah terbit karyanya yang berjudul Treatise on political economi. Napoleon bahkan melarang penyebaran buku Say karena dalam buku itu Say mengecam kebijakan Napoleon.
Ada beberapa sumbangan penting dari yang diberikan JB Say yang juga pendukung Smith tentang kebebasan alamiah, persaingan ekonomi dan pembatasan campur tangan pemerintah. Bahkan analisis Say lebih mendalam tertimbang Smith dan Ricardo. Empat kontribusinya yaitu pertama, menurut Say sebuah teori harus berdasarkan fakta dan observasi. Kedua, ia adalah penyusun teori nilai alternati. Ketiga, peran Enterpreuner. Terakhir, hukum pasar Say.

Teori harus berdasarkan fakta dan obeservasi.
Say prihatin dengan teori ekonomi yang pada saat itu ada karena teori pada saat itu tidak sesuai dengan kenyataan meskipun belum diketahui kebenarannya. Menurutnya semua teori itu harus diuji melalui observasi untuk mengetahu bahwa teori itu benar atau tidak dan terus menerus diuji dihadapan fakta dan observasi.
Dalam bukunya, Say mengkritik teman dekatnya sendiri yaitu teori nilai kerjanya David Ricardo, meskipun dalam bukunya ia tak menyebutkan dengan jelas nama David Ricardo itu. Say menilai model itu dibuat oleh Ricardo dengan penuh “nilai yang serampangan” dan membuat suatu sistem yang tidak sesuai dengan fakta, namun hanya menggunakan silogisme.
“Tidak ada yang lebih sia-sia ketimbang ketidak sesuaian antara teori dan fakta,” katanya. Dan dalam tulisan yang ditujukan untuk robert Malthus, say mengatakan “lebih baik berpegang teguh dengan fakta dari pada silogisme.” Ia menambahkan, ekonom seperti Ricardo yang teorinya tidak disertai dengan fakta-fakta hanya untuk memenuhi keingintahuan literer saja tidak untuk praktik. Sedangkan Say memuji teori-teori yang diajukan oleh Smith karena teori-teori itu disertai dengan ilustrasi-ilustrasi yang jelas.

Teori Nilai Alternatif.
Say mengambil pendekatan positif dengan mengemukakan teori nilai utilitas yang subjektif. Menilai bahwa suatu barang atau jasa itu dinilai bukan berdasarkan berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk barang itu melainkan seberapa besar kegunaan dari barang itu. namun sayangnya Say tidak mengemukakan teori utilitas marjinal.

Entrepreuner
Say menciptakan istilah entrepreuner yang diterjemahkan menjadi “petualang”, yang menununjukan petualangan komersil atau petualangan kapitalis, yaitu orang yang menggabungkan input kapital, tenaga kerja dan pengetahuan untuk menciptakan profit.
   J.B say merupakan seorang pengusaha karena itu ia mengungkapkan bahwa peran pengusaha dalam perekonomian itu sangant penting. Entrepreuner ini juga dimasukan sebagai unsur yang penting dalam model ekonominya. Dalam bukunya ia menjabarkan makna panjang dari entrepreuner yang intinya adalah seseorang harus mempunyai ilmu seni untuk mengawasi dan administrasi. Dan dia hrus tahu bahwa selalu ada kemungkinan gagal. Tetapi bila sukses para kelompok ini akan mendapatkan kekayaan yang sangat banyak.

Hukum Pasar Say
   “Penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri” ini merupakan hukum yang paling terkenal dari Say. Namun sesungguhnya John Maynard Keynes lah yang mempopulerkan hukum ini. dan ini merupakan paradoks yang membuat mahasiswa terpengaruh “bukankah sebaliknya, bukankah permintaan yang menciptakan penawaran.” Namun bila di telaah lebih dalam hukum say lebih dalam dari itu.
   Pada awalnya, waktu itu terjadi krisis ekonomi periodik dan depresi, orang-orang banyak yang mengeluhkan kekurangan uang. Dan solusinya tampaknya sederhana yaitu mencari banyak uang untuk dibelanjakan.
   Dalam bukunya,Say menyerang doktrin kelangkaan uang ini dengan menyatakan bahwa yang menciptakan permintaan bukan uang. Uang hanyalah sebagai alat tukar, yang menciptakan permintaan adalah produk barang dan jasa. Dan menurutnya penyebab riil dari depresi ekonomi bukanlah uang namun kurangnya penjulan oleh petani, pengusaha pabrik dan produsen barang.
   Penjualan tidak bisa dikatakan sepi karena uang langka namun karena penawaran barang dan jasa itu menurun. Yang memfasilitasi penjualan bukanlah melimpahnya uang namun karena banyaknya penawaran akan barang dan jasa.
   Analisis ini membuat Say berhasil membuat penemuan penting: Produksi adalah penyebab konsumsi, atau output yang meningkat akan memperbesar pengeluaran konsumen. Ringkasnya penawaran x menciptakan permintaan y. Misalnya apabila seorang petani mendapat panen yang besar maka semakin besar juga pembelian terhadap komoditas itu, dan sebaliknya.
Say memperluas argumennya ke pertumbuhan ekonomi. Kunci penigkatan ekonomi ialah mendorong untuk menghasilkan produk baru yang lebih baik bukan menambah konsumsi. Karena dengan adanya produksi itu maka konsumsi akan tercipta.
Dalam kasus individu misalnya, apabila sesorang ingin standar hidupnya semakin tinggi maka orang itu haru bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi, ia harus produktif. Sehingga orang itu bisa membelanjakan kebutuhan hidup untuk standar yang tinggi. Bukan dengan konsumsi mempertinggi standar hidup. Apabila seseorang mempertinggi standar hidup dengan berhutang, kridit, dll tetapi ia tidak produktif untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi maka itu merupakan hal yang bodoh.
Menurut Say dengan membuat produk baru maka akan tercptanya pasar yang baru dan itu akan menciptakan naiknya konsumsi. Mendorong konsumsi belaka tidaka akan bermanaat tanpa adanya produksi. Karena dengan produksi akan meningkatkan atau mnciptakan konsumsi.

Minggu, 26 Februari 2012

Kapitalisme Smith


Kebebasan Alamiah
Berbicara tentang perekonomian kapitalis, kita tak bisa lepaskan sosok Adam Smith. Pasalnya ia merupakan pencetus sistem perekonomian kapitalis yang sampai saat ini masih diterapkan di beberapa negara eropa. Melalui bukunya yang berjudul An inquiry into the nature and cause of the wealth of nations atau biasa disingkat the wealth of nations, Smith yakin telah menemukan jenis ekonomi yang benar untuk menciptakan “kemakmuran universal” atau kemakmuran untuk semua golongan.
                Pria asal Skotlandia ini berargumen, kemakmuran suatu negara terjadi bila jika semua kebutuhan dan fasilitas untuk hidup tersedia dengan murah. Ia mengkritik sistem merkantilisme yang menganggap sumber kemakmuran berasal dari emas dan perak sebagai tolak ukurnya. Sehingga sistem ini harus mengorbankan negara lain “menjajah” untuk mendapatkan emas dan perak itu. merkantilisme percaya bahwa ekonomi dunia adalah stagnan dan kekayaannya tetap sehingga suatu bangsa untuk bisa berkembang hanya bisa dengan mengorbankan negara lain.
                Konsekuensinya, mereka harus ekspansi dengan mengirimkan agen-agen mereka ke negara lain untuk mendapatkan emas dan perak itu dan megeruknya. Terkadang mereka mengabaikan biaya-biaya yang di pakai untuk perang demi pengumpulan kekayaan. selain itu merkantilisme berusaha melakukan perdagangan yang seimbang, yang berarti simpanan emas dan perak tidak boleh berkurang. Merkantilisme melakukannya dengan cara memperbesar ekspor dan memperkecil impor. Mereka melakukan suatu permbatasan perdagangan dangan adanya banyak aturan,tarif yang tinggi, kewajiban dan kuota.
                Smith jelas menentang pembatasan perdagangan itu. Usaha untuk menyeimbangkan perdagangan adalah absurd. Masuk akalkan apabila membeli barang produksi negara sendiri dengan harga yang sangat mahal, tertimbang membeli dari negara lain namun dengan harga yang lebih murah. Bila memang kebijakan merkantilisme seperti itu (memproduksi sendiri dan tidak mengimpor) maka hal itu hanya menguntungkan untuk produsen dan pemegang monopoli saja. Dalam merkantilisme kepentingan konsumen selalu dikorbankan.
                Pembatasan itu menghambat perdagangan dan mengurangi kemampuan kedua negara untuk berproduksi sehingga hambatan itu harus dihilangkan. Dengan hilangnya hambatan itu pula akan menguntungkan kedua negara. Smith berargumen bahwa kunci untuk membuka “kemakmuran negara” adalah dengan produksi dan perdagangan. Peningkatan terbesar dalam produksi para buruh adalah dengan adanya pembagian kerja dan spesialisasi.
 Untuk memaksimalkan produksi dan perdagangan itu rakyat harus diberi kebebasan. Smith sangat mendukung “kebebasan alamiah.” Kebebasan orang untuk melakukan apapun tanpa campur tangan negara. Ini berarti orang bebas untuk bekerja dimana saja (pada abad 18 buruh harus memiliki izin untu berpindah tugas), bebas untuk mengalokasikan modalnya, bebas untuk membeli barang dan fasilitas kepada siapa saja. Kebebasan bukan hanya menghasilkan kehidupan material yang lebih baik tetapi kebebasan adalah hak asasi manusia. Hal itu membuat para buruh pada waktu itu mempunyai harapan karena Smith mendukung kemakmuran bagi semua.
                Kebebasan alamiah mencakup mendapat upah sesuai kemampuan pasar. Smith menentang penentuan upah berdasarkan aturan negara (pada waktu itu, upah yang diatur negara cenderung menurunkan, bukan menaikan). Jadi biarkan proses alamiah yang menuntukan seberapa besar upah yang akan diterima.

Smith dengan Tangan Gaibnya
                Selain kebebasan, ada unsur lain yang merupakan sistem model klasik yang juga penting yaitu kepentingan diri. Menurut Adam Smith kepentingan diri dari jutaan orang akan menghasilkan masyarakat yang stabil dan makmur tanpa perlipa perlu diarahkan negara secara terpusat. Doktrin ini sering disebut invisble hand (tangan gaib). Seperti yang di kutipkan dari buku the wealth of nations.  
“kita mendapatkan makan malam bukan dari kemurahan hati tukang daging... tetapi dari penghargaan mereka terhadap kepentingan diri mereka sendiri. Kita tidak memperhatikan kemanusiaan mereka, tetapi kepada cinta diri mereka... setiap individu [yang]... menggunakan kapital ... dan ... ... tenaga kerja ... tidak bermaksud untuk mempromosikan publik dan tidak tahu seberapa besar ia mempromosikannya ... dia... dibimbing oleh tangan tak terlihat untuk mempromosikan tujuan yang sebenarnya bukan dari kehendaknya. .. dengan kepentingannya sendiri sering kali dia mempromosikan kepentingan masyarakat.”

Adam Smith mendukung sifat mementingkan diri sendiri. Para kritikus mengkhawairkan usulan Smith itu. mereka menilai ini akan memberikan pembenaran kepada kecurangan, keserakahan, bahkan memicu “pergolakan sosial, pengrusakan lingkungan, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Namun Smith menjawab “Tetapi manusia hampir selalu punya kesempatan untuk membantu saudaranya... dia lebih besar untuk menang jika dia dapat menarik kepentingan diri mereka untuk membantu dirinya. Beri saya apa yang saya inginkan dan anda akan mendapat apa yang anda inginkan. Itu adalah makna pemberian.” Dengan kata lain, semua pertukaran dan perdagangan yang sah harus bermanfaat bagi pembeli dan penjual, tidak mengorbankan salah satu pihak.
Tangan tak terlihat Smith bekerja jika hanya pengusaha menganut pandangan persaingan jangka panjang dan mereka memntingkan reputasi bisnis. Jadi kepentingan diri sendiri akan membantu kepentingan masyarakat jika produsen merespon kepentingan konsumen. Jika konsumen dicurangi, kepentingan diri sendiri akan terpenuhi tetapi dengahn mengorbankan masyarakat. Sesungguhnya masyarakat ideal menurut Smith ialah masyarakat yang di penuhi kebaikan, kedermawanan, dan hukum yang melarang praktik bisnis curang.
Smith juga mendukung pemerintahan yang kuat namun dibatasi. Tujuannya adalah menganngkat negara dari barbarisme rendah menjadi tingkat kemakmuran yang tinggi dengan cara damai, pajak ringan, dan adminitrasi yang adil dan toleran. Smith mendukung 1. Pendanaan yang cukup bagi milisi yang membela negara, 2. Sistem hukun yang melindungi hak milik, menjamin perjanjian dan pembayaran hutang, 3. Kerja publik dan 4. Pendidikan yang menyeluruh.
Disamping itu Smith juga mengkritik pemerintahan yang besar. Menurut Smith politi adalah orang munafik yang boros. “tidak ada seni yang bisa dipelajari dengan cepat oleh pemerintahan kecuali seni menguras duit dari kantong penduduk. Karena itu raja dan para menteri telah melakukan kelancangan dan kekurang ajaran yang luar biasa saat mereka berpura-pura mengawasi perekonomian orang swasta, dan membatasi pengeluaran meraka, entah itu dengan undang-undang barang mewah, atau dengan melarang impor barang-barang mewah luar negri. Mereka sendiri adalah orang-orang paling boros dalam masyarakat.

Rabu, 01 Februari 2012

Di Atas Loteng


Di atas loteng kita duduk berdua menengadah ke angkasa raya. Pikiran mengendap-endap kabur dari keadaan yang membunuh. Dunia pun hanya diisi oleh suara jangkrik karena mulut kita terbungkam. Kata-kata terpenjara oleh keraguan perasaan berlapis, tak bisa melepaskan diri. Udara demi udara hilir mudik menyapa kita, tanpa terasa tubuh kita mendingin. Lalu kita saling berhadapan. Degup jantung saling menarik layaknya magnet hingga kita semakin mendekat, mendekat dan akhirnya menyatu. Tanpa kata, hanya rasa.
Laboratorium, 01/02/2012